Focus

Safety Update of Amalgam Filling

Beberapa waktu lalu di sebuah media online nasional diulas mengenai amalgam. Isi ulasan tersebut pada intinya menggambarkan efek negatif dari penggunaan amalgam sebagai bahan tumpatan. Perbandingan yang diambil adalah bencana yang terjadi di kota Minamata Jepang pada tahun 1956. Tepatkah perbandingan tersebut? Apakah amalgam benar-benar berbahaya bagi kesehatan pasien dan ?

Isi berita dalam situs berita online tersebut mungkin memang baik apabila dipandang dari sudut pandang public concern. Walaupun demikian terasa amat dangkal, apalagi pembahasan tidak dilakukan secara komprehensif. Sumber-sumber rujukan sangat berlimpah apabila ingin digunakan sebagai dasar, rilis seputar amalgam juga dapat diambil dari berbagai organisasi profesi terkemuka di dunia seperti ADA (American Dental Association), BDA (British Dental Association) atau badan kesehatan dunia WHO.

Apa itu amalgam? Amalgam adalah logam campuran (alloy) dengan perbandingan yang kurang lebih sama antara merkuri dan serbuk logam campuran. Tahun 695 di literatur Cina disebutkan penggunaan amalgam yang pertama kali. Amalgam telah dan masih menjadi bahan tumpatan yang populer selama lebih dari 150 tahun. Selama periode penggunaan tersebut, perhatian masyarakat terhadap keamanan amalgam beberapa kali mengemuka. Pada tahun 1991 dalam sebuah survei yang dilakukan oleh ADA, didapatkan hampir separuh dari 1000 orang yang disurvei percaya bahwa amalgam dapat menimbulkan masalah kesehatan. Perhatian tidak hanya ditunjukkan oleh masyarakat, para ahli yang berkompeten pun memiliki perhatian yang sama, selama tahun 1991 dan 1992 National Institute of Health dan US. Public Health Service atau PHS secara terpisah mengadakan semacam pertemuan yang diikuti oleh para ahli. Hasil pertemuan tersebut ternyata tidak dapat menyimpulkan bahwa terdapat potensi bahaya yang nyata dari amalgam sebagai bahan tumpatan, para ahli tersebut juga menyatakan bahwa amalgam adalah bahan tumpatan yang aman digunakan. Kontroversi yang muncul sebenarnya tidak membahas tentang bahaya merkuri secara umum sebab sudah diketahui bahwa merkuri memang berbahaya. Paparan merkuri yang melebihi ambang batas dapat menyebabkan tremor, ataksia, kehilangan ingatan, perubahan kepribadian, insomnia, kecemasan dan masih banyak efek negatif lainnya. Tertarik dengan artikel ini, simak aja di Dental & Dental edisi 35, akan dibahas secara komplit oleh

drg. Dimas Cahya Saputra, SpKG