/Cita-Cita Tentang Masa Depan Tergantung Pada “Keutuhan Gigi”

Cita-Cita Tentang Masa Depan Tergantung Pada “Keutuhan Gigi”

Kali ini penulis ingin berbagi pengalaman yang SANGAT BERHARGA sebagai dokter gigi (drg). Dimana kemungkin besar, sangat berguna untuk pembaca sendiri, maupun buat keluarganya, yang bercita- cita untuk menjadi prajurit pembela tanah air tercinta kita. ( Baca : TNI/POLRI).

Mengapa penulis ‘tergelitik’ untuk mengambil tema korelasi antara MASA DEPAN dengan LENGKAPNYA GELIGI DEPAN.

Hal ini didasari dengan ditemukannya beberapa pengalaman sehari hari dari penulis yang praktek sebagai drg. Mungkin didalam hati sebagian pembaca yang budiman masih menimbulkan tanda tanya besar :

“Ahhh..Masak iya siih… hanya karena gigi bisa mengggagalkan cita-cita yang diimpikan seorang anak  yang merupakan masa depan  idamannya sejak kecil ? “.

—**—

Ada baiknya  untuk menyimak pembahasan dan beberapa percakapan dibalik kamar ruang kerja antara penulis, yang sedang praktek sebagai drg dengan beberapa pasien, yang rata-rata diantar keluarganya. Baik ketika praktek pagi sebagai PNS (selama beberapa dekade bekerja di salah satu RS militer ternama di Surabaya), maupun ketika praktek sore hari di klinik pribadi.

Kejadian ini hampir berulang, dan terjadinya selalu pada saat mendekati pendaftaran anggota TNI maupun POLRI, cukup banyak pasien yang datang berduyun-duyun. Entah kapasitasnya hanya sebatas konsultasi atau memang ingin memperbaiki giginya demi pendaftaran tadi.

Sepengetahuan penulis ada syarat tertentu di bidang kesehatan gigi, yang mana pada 6 gigi depan (Anterior). Mulai taring (Caninus) kiri sampai taring kanan, termasuk 4 gigi seri (Incisive) baik untuk rahang atas dan rahang bawah harus lengkap dan tidak boleh ada setitik pun noda yang merupakan tanda adanya gigi berlubang (Caries).

Syarat itupun tadi masih koma lho, masih ada syarat yang lain.

Terus apalagi syarat lainnya ?.

Selanjutnya 6 gigi depan atas dan 6 gigi bawah harus dalam posisi gigitan normal, artinya bila Rahang Atas dan Rahang bawah dalam posisi menutup dan menggingit, tidak dalam keadaan mrongos,nyakil, gingsul, berdesakan/berjejal atau renggang ( bahasa medis nya biasa disebut Maloclussion). Pokoknya harus rapi jali…..Nah lhoo….

          

Gambar 1. : 6 gigi depan harus ada dan posisi baik, dan tidak boleh ada setitik lubang pun.

Gambar 2 : Posisi Gigitan antara gigi rahang atas dan bawah harus baik. ( tidak mrongos, nyakildan renggang). Sumber : Koleksi foto pribadi.

Itu tadi khusus untuk gigi depan. Bagaimana dengan geligi di posisi belakang (Posterior) ?.

Pada belakang, bila ada gigi yang berlubang, maka harus sudah ditutup dengan baik ( ditambal atau ditumpat). Intinya harus bebas dari gigi berlubang. Jangan sampai ada gigi lubang yang tidak terawat.

Apalagi sampai parah keadaannya, hingga gigi dianggap membusuk (Gangrena Pulpa/GP). Lebih tragis lagi, bila yang tertinggal hanya berupa sisa akar/tunggaknya saja (Gangrena Radix/GR).

Kalau sampai terdapat kedua jenis yang terakhir ini, hampir dipastikan tidak lolos tes kesehatan gigi. Bila memang ada gigi yang GP dan GR, sebaiknya dicabut, malah bisa menaik kan nilai status keadaan giginya. Status kesehatan giginya menjadi lebih baik

Sebenarnya, menurut penulis, masih ada pembatasan jumlah maximal berapa gigi yang berlubang, ditambal maupun jumlah gigi hilang karena bekas dicabut. Jadi seyogyanya bila akan ikut tes masuk TNI/POLRI, semua geligi yang berlubang harus ditambal dengan rapi serta mau dibersihkan karang giginya.

            

Gambar 3 : Karang gigi pada gigi bawah.

Gambar 4 : Noda bekas suka minum kopi atau makan coklat pada 2 gigi atas harus dibersihkan

Gambar 5 : Sisa akar/ GR, sebaiknya dicabut saja, dan dibuatkan gigi tiruan yang bisa dilepas dan dipasang kembali. (Sumber ; Foto koleksi pribadi)


—**—

Ternyata memang cukup berat, bila semua syarat tadi hanya diperbaiki dalam beberapa hari. Terutama ‘berat’ dikantong juga. Bagi penulis kalau sekedar tambal pada gigi berlubang dan karang gigi serta mencabut, mungkin masih bisa diatasi.

Acapkali penulis cukup kerepotan, bila ada pasien yang minta diselesaikan perawatan giginya dalam waktu yang singkat. Padahal pasien tersebut, masuk dalam kriteria yang mempunyai gigi yang banyak bermasalah.

Hmmm…….bayangkan saja, semisal waktu pendaftaran masuk TNI/POLRI, hanya kurang beberapa bulan, tapi giginya masih belum rata (malocllusoni). Padahal kasus ini kan, harus dirawat menggunakan kawat behel, yang waktunya cukup panjang, yakni sekitar 2 tahun.

Nah apakah mungkin, jika dalam waktu hanya beberapa bulan minta di rawat behel?.

jadi , marilah kita simak beberapa contoh percakapan sering terdengar dibalik ruang praktek.

Keluarga Pasien (KP) : “ Dok, apakah bisa dalam 2 bulan susunan geligi adik saya sudah bisa ditata rapi, agar memenuhi syarat test kesehatan di bidang gigi“.

Biasanya penulis menjawab tidak bisa alias ‘angkat tangan’, dikarenakan untuk menata gigi yang tidak rapi dibutuhkan jangka waktu yang lama, yaitu sekitar 2 tahun untuk kasus seperti ini.

Biasanya pertanyaan berlanjut lagi (KP) :“ Terus bagaimana ini dok…., padahal 2 bulan lagi sudah mulai pendaftaran, kan kasihan adik saya ini, sebab sejak dulu bercita-cita pingin daftar anggota TNI/POLRI “. Dengan mimik muka yang bingung.

Alamak….

Berdasar pengalaman dari tahun ketahun yang hampir sama persis.  Penulis sebagai praktisi konsultan hanya bisa menenangkan dan menghibur pasien beserta keluarganya yang ikut mengantar supaya tidak ikut galau bin stress.

Penulis berusaha menjawab :

“ Ya monggo saja dicoba ikut mendaftar dulu. Kemungkinan berhasil memang kecil. Andai Allah SWT berkehendak, semua bisa saja lolos. Atau bisa juga drg yang sedang memeriksa kecapekan karena sudah memeriksa pasien cukup banyak, sehingga mungkin lagi ngantuk, sehingga luput dari ketatnya pemeriksaan. Jadi kemungkinan ada faktor “X” untuk lolos “. Biasanya pasien dan keluarganya diam dan menerima kenyataan.

Penulispun berusaha menambahkan kata-kata bijak demi menenangkan pasien dan keluarganya.. ( Ceilehh…)

Seperti ini : “ Nah andaikata tidak berhasil, toh jangan merasa rugi karena sudah mengeluarkan uang banyak untuk perawatan gigi , kan geliginya sudah sehat dan susunan geligi nya sudah rapi. Sehat itu mahal lho”

—**—

Pada kasus lain,  rupanya ada beberapa pasien yang kadang masih berusaha sekuat tenaga untuk ngotot dengan melontarkan kalimat seperti ini :

Trus, bagaimana ini dok, waktunya mepetsekali. Padahal adik saya sangat ingin ikut tes, dan ini sudah menjadi cita-citanya sejak kecil “

Penulis yang merangkap sebagai drg, akhirnya mengeluarkan ‘jurus pamungkas’ sebagai ‘ MOTIVATOR DADAKAN’ untuk meng edukasi ‘klien’ ini.

Penulis mencoba berkata : “ yahhh….., kalaupun gagal. Kan bisa di coba pada waktu lain. Tahun depan mungkin bisa. Namun andaikan, yaaa… sekali lagi.. andaikan,(semoga tidak ya) ternyata tahun depan masih gagal juga. Itu bukan menandakan dunia sudah berakhir kan ?. Toh masih banyak pilihan profesi yang lain”.

Penulis menambahkan kata-kata dengan lembut : “ Contohnya perawat saya ini, kan juga warga sipil, namun tetap bisa mengabdi pada Nusa, Bangsa dan negara. Bekerjanya juga di instansi militer. Bisa berperan menjaga NKRI”. Hallaa…..

Penulis menambahkan dengan nada menghibur : “Seperti saya sendiri ini lho. Toh meskipun saya tidak jadi tentara atau polisi. Saya pun bisa hidup layak. Asal kita menjalani dengan kesungguhan dan berusaha selalu memberikan yang terbaik. Setiap profesi adalah mulia, amanah dan barokah. Masih ada cara untuk bekerja di lingkungan TNI/POLRI lewat jalur lain, misalnya menjadi anggota sipil di lingkungan TNI/POLRI”. Setelah mendapat ‘pencerahan’, biasanya mereka bisa cukup mengerti dan lebih tenang.
—**—
Nah, kasus semacam ini selalu berulang kejadian nya. Hal ini berlaku pada entah itu tes CATAM (Calon TAMtama), CABA (Calon BintAra), khususnya untuk masuk PERWIRA

Jadi momen-momen pendaftaran anggota TNI/POLRI, baik Tamtama, bintara ataupun perwira… yaaaa, saat-saat menjelang penerimaan sekolah calon polisi atau tentara, maka drg termasuk yang cukup laris manis. Karena saat pemeriksaan kesehatan, gigi geligi termasuk yang sering menjadi ‘batu sandungan’ untuk dapat lolos.

Penulis yang praktek pagi, juga praktek pribadi/swasta di sore hari. Cukup ‘berkeringat’ untuk mengedukasi para calon anggota TNI/POLRI. Di sisi lain, ada efek sampingnya, yakni penulis jadi ‘berkantong tebal’ sekaligus ikut ‘bergembira ria’. Lumayan untuk menambah pundi-pundi penulis hehehe…

—**—

Menurut penulis selain penerimaan menjadi anggota TNI/POLRI, untuk menjadi pilot, juga pramugari harus dilakukan tes pada gigi. Jadi selama di praktek, penulis juga pernah didatangi calon-calon mahasiswa PT yang dibiayai oleh negara/ beasiswa, seperti Statistik, STAN

Di lingkungan  TNI/POLRI walaupun sudah diterima, mereka juga ada pemeriksaan gigi secara berkala atau dikenal dengan istilah check upsetahun sekali. Jadi ada RUMUS tertentu atau hitungan sendiri untuk kenaikan pangkat atau TUBel atau dinas ke luar negeri.

—**—

Penulis, secara acak membagi pasien yang datang ke praktek, ada 2 type

TYPE pertama

Pasien datang, sekedar melakukan check updan memastikan, apakah pada geliginya ada yang lubang baru, atau tambalan lama ada yang bocor atau apakah gigi sudah bebas dari karang gigi.

Biasanya yang model begini hanya untuk mendeteksi gigi lubang. Dan pada umumnya gigi yang perlu dirawat hanya 1 atau 2 saja. Type ini adalah type dimana mereka sudah mempersiapkan dengan matang sejak awal, ketika memilih atau menentukan cita-cita. Sebelumnya atau jauh hari mereka mencari informasi atau referensi seluas-luasnya tentang tata cara atau beberapa syarat masuk sebagai anggota TNI/POLRI.

Pada beberapa pasien yang sudah tahu, mereka sudah menata diri melakukan persiapan sejak masuk SMA. Mulai merencanakan menata gigi. Apabila dirasa susunan gigi tidak rata, mereka sudah melakukan perawatan ortotodontia (memakai behel).

TYPE kedua     

Pasien yang baru datang pertama untuk kontrol ke drg dan harus menghabiskan waktu dan dana cukup banyak. Pasien yang masuk dalam kriteria ini, biasanya dilakukan pada pasien yang tiba-tiba atau mendadak ingin menjadi anggota TNI/POLRI

Sebagian besar yang kurang memperhatikan kesehatan gigi, hampir pasti kelabakan, karena ternyata banyak yang berlubang, bahkan terkadang ditemukan adanya bisul di gusi karena infeksi. Belum lagi karang gigi yang menumpuk karena kurang menjaga kebersihan giginya atau disebabkan cara menggosok gigi yang salah.

Kalau sudah begitu apa mau ke drg pakai jamkesmas ?

Pasti tidak selesai, dikarenakan bila menambal gigi nya pasti satu persatu dulu dan disuruh kontrol seminggu sekali tiap gigi ( Padahal jumlah gigi dalam Rongga Mulut kita ada 32 buah ). Bayangkan …. Kalau masalah lebih dari 8 gigi maka bisa ‘berabe tuh”, karena waktu penerimaan calon tentara sudah “mepet”

—**—

Nah dari beberapa pengalaman, baik di Rumah Sakit (sebagai PNS dipagi hari) maupun di klinik pribadi (praktek sore) ada pesan sangat khas yang ingin disampaikan disini bahwa begitu pentingnya MENJAGA GIGI DEPAN DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN.

Bahkan terkadang ada pasien datang dengan keluhan : “ Dok, anak saya ini tahun lalu tidak lulus, jatuh pada tes kesehatan gigi. Bagaimana apakah bisa untuk tahun depan ikut tes lagi dan apakah bisa diterima.

Baiklah, dari beberapa kisah yang telah dibahas, penulis ingin memberi TIPS SEBAGAI INFORMASI UNTUK ADIK YANG MASIH SMP, SMA, maupun sebagai ORTU yang memiliki jiwa patriotisme tinggi untuk membela NKRI yang tercinta dan mau berprofesi sebagai TNI/POLRI, maka :

  1. Jadilah pasien yang masuk dalam golongan type pertama yaa….
  2. Sebaiknya 6 bulan sekali memeriksakan diri ke drg, supaya setamat SMA tidak kesulitan dan tergopoh-gopoh untuk menambal dan membersihkan gigi dalam waktu semalam. Inilah pentingnya ke drg, tidak harus menunggu sakit kan ? wong hanya 6 bulan sekali kok.
  3. Kalau ada gigi geligi yang menumpuk dan kurang rapi pun, sebaiknya dipasang kawat gigi menetap (istilah awam nya behel) selama 1-2 tahun untuk menambah kepercayaan diri nilai kelulusan

      Oh yaaa….Yang perlu dicatat (NOTED) itu dari bidang kesehatan gigi. Untuk kesehatan yang lain, juga cukup ada beberapa syarat, misal nya tidak boleh ada varises dikaki, tidak boleh ada tato di tubuh, tidak boleh ada kelainan di mata, hipertensi dan lain lain. Disamping hasil psiko test yang memadai tentunya. Cukup berat bukan ? tapi selama ada niat/ nawaitu. Insyaallah ALLAH SWT mengijinkan kok.

Maka, dimanapun selalu diperlukan BERDOA dan USAHA

Mengapa tidak kita rawat sejak awal, karena selain profesi diatas. Tentunya untuk menjadi artis, guru, dosen, MC ( Master of Ceremony), atau marketing sekalipun. Sebetulnya membutuhkan penampilan untuk tersenyum dan berbicara. Maka dari itu penulis berprinsip sesuai judul diatas.so…GIGI DEPAN ADALAH ASET YANG SANGAT BERHARGA BUAT MASA DEPAN ..

—**—

DIBAWAH INI PENULIS INGIN MEMBERIKAN ILUSTRASI, kira-kira geligi mana saja yang perlu mendapat perawatan behel.

Keterangan gambar : ( Raharjo, 2009 )

Gambar 6.a & 6.b: Posisi gigitan Rahang Atas dan Bawah berdesakan.

Gambar 7 : Posisi gigitan mrongos/ protrusi

Gambar 8 : Gigi rahang atas renggang

Selain gigi berdesakan, mrongos dan renggang. Gigi yang bagaimanakah, yang sekiranya tidak lolos dalam tes ini ?

Keterangan gambar : ( Koleksi pribadi )

Gambar 9 : Gigi depan atas sebelah kiri pecah dikarenakan jatuh

Gambar 10 : Ada gigi kelebihan

Gambar 11 : Sebaliknya ada gigi depan yang tidak bisa keluar tumbuh, menyebabkan gigi

depan tidak berjumlah 6 lagi

Gambar 12: Ahaaaa…. ini dia gigi yang InsyaAllah pasti lolos tes kesehatan gigi.

Untuk artikel ini, penulis rasa sudah cukup. Harapannya adalah… Semoga ‘dongeng dan ceramah’ kali ini dapat bermanfaat. Jazzakumullahu khairan…

 

—**—

Penulis: Dwi Setianingtyas, drg. Sp PM