/COASS.ID, Wujudkan Mimpi Para Koas Kedokteran Gigi

COASS.ID, Wujudkan Mimpi Para Koas Kedokteran Gigi

Dunia mahasiswa adalah dunia beredarnya beberapa pemikiran dengan bebas. Di tangan mahasiswa, perubahan-perubahan dari berbagai bidang seringkali tercipta tanpa kita pikirkan sebelumnya. Berkaitan dengan itu, kita patut berbangga saat ini dengan berhasilnya prestasi yang diraih oleh salah satu mahasiswa kedokteran gigi bersama tim yang telah mampu menciptakan inovasi baru khususnya dalam bidang kedokteran gigi.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa banyak sekali permasalahan di dunia kedokteran yang belum mempunyai solusi untuk menjadi panutan ke depan. Salah satu masalah tersebut adalah dimulai dari koas yang terkadang mempunyai kendala dalam mencari pasien. Terkotak dengan blok-blok tugas yang harus dijalankan para mahasiswa koas, menjadi masalah tersendiri untuk mendapatkan pasien sesuai dengan blok tugas yang harus dilakukan.

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Silva Eliana yang merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi UGM dan Arief Faqihudin Fakultas Teknik berhasil menciptakan sebuah karya aplikasi website COASS yang bertujuan untuk membantu para teman-teman koas agar lebih mudah dalam mendapatkan pasien.

“Saya menjembatani ini, pertama pingin koas gampang nyari pasiennya, kedua pingin masyarakat sadar akan kesehatan gigi dan mulut dan paham bahwa perawatan gigi dan mulut itu gak selamanya mahal, karena bisa ke koas. Paradigma orang-orang berpikir bahwa si koas masih belum dokter, dengan harga yang murah mungkin perawatannya tidak terjamin, jadi kami ingin mengubah paradigma itu, jadi koas kan sudah melewati masa kuliah. Dan ketika dia koas pun juga dipantau oleh dokter yg berpengalaman di situ, bahkan per stepnya dilihat, misal satu step salah dia gak bisa nglanjutin. Jadi kayak sebenarnya sangat lebih aman di koas, dengan biaya yang lebih murah karena memang koas tidak dibayar jasanya, jadi hanya alat dan bahannya saja,” ungkap Silva saat ditemui oleh tim Dental&Dental.

Selain Silva dan Arief yang merupakan pencetus pertama dalam pembuatan aplikasi ini, ada beberapa mahasiswa UGM yang ikut serta mendukung berjalannya aplikasi COASS tersebut, di antaranya adalah Ratihana Nurul (FKG), Ilham Imaduddin (FMIPA), Damar Adi Prabowo (FMIPA), Ahmad Shalahuddin (FMIPA), Andhika Kurnia Harryajie (FMIPA). Mereka tergabung dalam satu tim yang sampai sekarang masih terus mengembangkan proyek ini agar semakin baik untuk digunakan para user.

Dalam aplikasi tersebut terdapat dua user, yaitu mahasiswa koas dan pasien. Jika kita menggunakannya sebagai mahasiswa koas, kita hanya perlu untuk mendaftar, mengisi identitas, dan mendaftar list kasus serta mendaftar list pasien yang butuh penanganan. Khusus untuk mahasiswa koas, dalam memilih pasien digunakan sistem poin. Poin tersebut dapat dibeli di tim COASS dengan harga Rp 10.000,-/poin kemudian ditukarkan dengan data pasien beserta kasusnya dengan nominal poin yang berbeda untuk setiap kasus.

Ada tiga pihak yang terdapat dalam sistem ini, yaitu mahasiswa koas, konsultan, dan pasien. Untuk pasien setelah mendaftarkan diri, akan dapat berhubungan atau berkonsultasi langsung dengan konsultan. Chat dua arah ini bersifat sangat privat hanya bisa dilihat oleh konsultan dan pasien, sehingga pasien tidak akan sungkan untuk menceritakan keluhannya secara gratis. Perlu diketahui bahwa data pasien adalah rahasia, sehingga yang ditampilkan untuk pasien adalah jenis kasusnya, usia dan jenis kelamin.

Setelah konsultasi berlangsung, konsultan dapat mengambil diagnosis penyakitnya dan diarahkan kepada mahasiswa koas yang sedang mencari kasus penyakit tersebut. Jika sudah berhasil mencocokkan pasien dengan mahasiswa koas atas persetujuan kedua belah pihak, mahasiswa tersebut akan mendapatkan data-data pasien, nomor handphone dan keluhannya untuk dapat melakukan penanganan dan jadwal.

Dengan menggunakan media sosial serta kerja sama dengan fakultas, sosialisasi kepada pasien pun bisa dilakukan. Tidak memerlukan sebuah gadget yang canggih untuk membuka aplikasi COASS ini karena aplikasi ini berbasis web yang dapat diakses melalui browser HP biasa maupun komputer atau laptop.

Dengan kekompakan masing-masing anggota tim, mereka pun berhasil meraih penghargaan di berbagai kompetisi. Beberapa di antaranya adalah Asia Social Innovation Award 2016 di tingkat nasional, ASEAN Business Model Competition 2017 di Hongkong, dan akan mewakili ASEAN di ESPIREX International Business Model Competition di Harvard Amerika pada bulan Mei ini.

Walaupun untuk saat ini masih terbatas untuk kalangan mahasiswa koas UGM, namun peminat dari COASS sudah merambah hingga daerah-daerah lain. Ketika launching dilakukan, Arief mengatakan bahwa sudah banyak peminat untuk menggunakan aplikasi ini yang terbukti lebih dari 100 koas dan 600 pasien yang mendaftar.

“Saat mulai membuka user pada awal Maret 2017 kemarin sudah lebih dari 100 koas dan 600 pasien yang melakukan input data. Bahkan, saat ini sudah ada 2.000 kasus yang berhasil ditangani,” jelas Arief.

Tentunya, aplikasi COASS tidak hanya berhenti sampai di sini. Melalui tangan dan pemikiran oleh tim yang terdiri dari delapan orang ini, mereka berharap aplikasi ini akan lebih maju dan dapat memudahkan rekan koas serta meringankan biaya pasien di seluruh Indonesia.

“Salah satu yang kita pengen banget itu kerja sama di berbagai lembaga sosial biar pengobatan bisa gratis,” tambah Ilham selaku programmer aplikasi ini.

Selain itu, dengan terciptanya website COASS.id ini, diharapkan akan sangat membantu jalannya program koas para mahasiswa kedokteran gigi sehingga semakin banyak tingkat kelulusan calon dokter gigi di Indonesia tanpa terhambat dalam hal pendidikan profesi.