/Dari Hati Kita Berbagi, Untuk Anak Yatim

Dari Hati Kita Berbagi, Untuk Anak Yatim

Pemenang “Inspiration Award” Majalah Dental&Dental 2017

2006 menjadi tahun di mana sebuah peristiwa selalu diingat oleh warga Jogjakarta, yaitu ketika gempa besar terjadi di kota yang terkenal sebagai Kota “Pelajar” ini. 27 Mei 2006 pagi terjadi gempa dengan kekuatan 5,9 SR selama sekitar 57 detik. Korban jiwa saat itu pun lebih dari 6.000 orang. Bisa dibayangkan besarnya jumlah korban dan ribuan orang tidak mempunyai rumah tinggal yang pastinya hancur akibat kuatnya gempa saat itu.

Seorang suami menjadi tanpa istri, seorang ibu menjadi tanpa anak, begitu juga anak menjadi tanpa orang tua dan semua itu terjadi karena musibah gempa yang mengguncang Jogjakarta. Begitu banyak masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya dari peristiwa tersebut. Keprihatinan akan kondisi Jogjakarta di kala itu bahkan dirasakan di seluruh dunia yang begitu cepat memberikan bantuan untuk pemulihan kembali.

Peristiwa gempa Jogja memunculkan banyak sosok yang cukup berperan dalam membantu korban-korban dengan berbagai caranya sendiri. Salah satu sosok yang masih berperan hingga sekarang adalah sosok dokter gigi yang membantu memikirkan anak-anak yatim akibat dari korban gempa Jogja.

Rumah Yatim Dhu’afa Al Ma’ruf, tidak begitu besar kala itu dan hanya sebuah rumah sederhana namun menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak yatim untuk singgah dan belajar bersama. Drg. Prasasti Bintarum, atau biasa dipanggil drg. Sasti adalah sosok dokter gigi sederhana yang hatinya terketuk untuk membantu anak-anak korban gempa dengan mendirikan rumah yatim tersebut. Saat peristiwa gempa terjadi, dengan kemampuan yang dimilikinya membantu korban di sekitar rumahnya.

“Alhamdulillah saat gempa terjadi, keluarga saya selamat semua, dan tidak menyangka akan terjadi banyak korban, melihat tetangga banyak rumah roboh, langsung saya membantu sebisanya dan bahkan saya tidak bekerja kala itu 1 bulan hanya untuk membantu,” ujar drg. Prasasti.

Panti yang didirikannya memang dikhususkan untuk anak-anak yang ditinggalkan oleh ayah dan ibunya akibat gempa. Pendidikan adalah yang paling dipikirkan oleh drg. Sasti, karena menurutnya pendidikan adalah pondasi utama anak-anak untuk masa depannya. Dengan kegigihannya, dan demi anak-anak, drg. Sasti mencoba mencarikan beasiswa untuk anak-anak hingga ke jenjang kuliah. Bahkan bantuan dari luar negeri pun didapatkan berkat kegigihannya dalam mencari beasiswa untuk anak-anak Rumah Yatim Dhu’afa Al Ma’ruf.

“Sebelum gempa bumi saya sudah memiliki anak asuh, dahulu anak-anak korban dari kerusuhan Poso juga saya yang membantu untuk mendukung mereka”.

Dengan beasiswa, drg.Sasti sangat terbantu dalam memberikan pendidikan anak-anak panti agar bisa meraih cita-cita dan tetap semangat bersekolah. Keberhasilan drg. Sasti dalam menjalankan rumah yatim tidak lepas dari sosok suami yang selalu mendukungnya di setiap kegiatannya sekaligus turut membantu mencari donatur yang ingin membantu rumah yatim yang didirikannya. Adanya keluarga yang selalu mendukung kegiatan sosialnya menjadikannya lebih giat dalam melakukan kegiatan bersifat sosial khususnya di Jogjakarta.

“Sebagian anak-anak mendapatkan beasiswa dari Mesir, Inggris, dan negara lainnya namun meski belum seluruhnya anak mendapatkan itu sudah sangat membantu bagi mereka,” ungkap drg. Sasti. Bahkan saat ini, saya sudah mengajukan proposal untuk beasiswa dari Australia dan masih dalam seleksi dari sana, dan semoga dari beberapa anak yang saya daftarkan menerima beasiswa, ”lanjutnya.

Berkat kegiatannya yang sangat menginspirasi, Dental&Dental yang baru pertama kali mengadakan pemilihan  “Inspiration Award” di kalangan dokter gigi, menjadikan drg. Prasasti Bintarum sosok dokter gigi yang menginspirasi dokter gigi lain di seluruh Indonesia. Pemilihan sosok “Inspiration Award” mengacu pada media sosial yang dimiliki oleh Dental&Dental dengan melakukan polling. Terdapat 6 nominasi dalam “Inspiration Award” yang semuanya sangat menginspirasi banyak orang, di antaranya, drg. Indra Bramanti, Sp.KGA, drg. Hotlin Ompusunggu, drg. M.l. Grace Wijaya Susanto, drg. Ahmad Sujanto, AKB, drg. Madya Putri Andang namun drg. Sasti yang menjadi pemenang polling yang diikuti oleh dokter gigi di seluruh Indonesia ini.

“Saya sangat senang sekali menang di ajang “Inspiration Award” dan lucunya saya mendengar kalau menjadi pemenang malah dari teman-teman saya, dan mereka tanya, dokter punya IG (Instagram) nggak, saya jawab tidak punya, dan mereka memaksa saya untuk bikin dan akhirnya saya bikin IG untuk melihat berita tersebut, dan senang sekali saya bisa mendapatkan “Inspiration Award”. Semua finalis yang masuk di “Inspiration Award” adalah dokter-dokter gigi yang sangat bagus semua, dan saya juga mengenal di antaranya,” ujarnya.

Drg. Prasasti Bintarum juga mengatakan kalau dirinya juga baru saja memenangkan penghargaan di tahun 2016. “Inspiring and Wonderful Mom II” adalah sebuah event Pemilihan yang diadakan oleh Rumah Cantik Sehat Muslimah Group. Event ini untuk mengapresiasi ibu-ibu yang menginspirasi, aktif di lingkungan sosial, bisnis atau dakwah namun tetap bisa membagi perannya di keluarga dengan baik. Diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari ibu rumah tangga, pebisnis online, guru, dosen, ustadzah dan lain sebagainya. Event yang diselenggarakan hari Minggu, 15 Januari 2017 bertempat di Hotel Sahid Jaya. Diikuti oleh 30 ibu-ibu yang terpilih dan menginspirasi.

Semua prestasi yang diperoleh tak lepas dari dukungan keluarga yang selalu mendukung secara penuh apa yang menjadi keinginannya dalam hal kegiatan sosial termasuk membantu mengembangkan Rumah Yatim Dhu’afa Al Ma’ruf. Drg Sasti mengatakan, ratusan anak yang menjadi anak asuhnya wajib meneruskan sekolah jadi sebisa mungkin dan bagaimanapun caranya sekolah harus nomor satu.

 

“Saya cukup dengan gaji sebagai PNS saja, apabila ada bantuan dari perusahaan, individu atau bahkan artis sekalipun, semua rejeki itu untuk anak-anak panti, dan itu adalah rejeki anak-anak panti,” ungkapnya.

Rasa kepedulian yang dimiliki oleh drg. Sasti, diikuti pula oleh anaknya yang turut serta membantu di rumah yatim, dan itu menjadikannya bahagia, karena semua kegiatan sosial memberikan efek yang positif kepada anaknya.

Kebahagiaan anak-anak yatim inilah yang kelak akan mengantarkan kita menjadi tetangga Rasulullah SAW di surga. Saat anak-anak ini tersenyum bahagia karena berkumpul bersama orang-orang yang sayang dan perduli pada mereka, maka akan terlantun untaian doa bagi para pemerhati mereka, “Ya Rabbana…sayangilah mereka (para dermawan) sebagaimana mereka menyayangi dan memperhatikan kami. Mudahkanlah urusan mereka, bukakanlah pintu rizqi selebar-lebarnya untuk mereka.”