/Jiwa Seni Sang Dokter Gigi

Jiwa Seni Sang Dokter Gigi

Menjadi seorang dokter gigi tentunya mempunyai berbagai aktivitas yang padat dan berbagai kesibukan lainnya yang menjadi rutinitas dokter gigi. Ada yang menarik dari seorang dokter gigi yang bertugas di sebuah puskesmas yang berdekatan dengan pabrik gula Madukismo, Kasihan Bantul. Kerahaman dan kesahajaannya terlihat ketika Dental&Dental berkunjung ke puskesmas dimana beliau bertugas dan mengabdi. Begitu banyak cerita namun kali ini dental&dental akan mengulas keunikan dari sisi seni yang begitu menonjol dari seorang dokter gigi ini, simak ceritanya;

Drg. Damiana  Endah Prabawati yang akrab dipanggil dokter Endah atau dokter Dam adalah salah satu alumnus FKG UGM angkatan 85. Hobi merenda (crochet), merajut (knitting), menyulam(embroidery), dan menjahit yang ditekuni secara autodidak sejak kecil.

Ketertarikan drg.  Endah pada dunia bisnis telah dilakoninya sejak beliau masih duduk di bangku perkuliahan. Setiap libur semester, beliau selalu berusaha untuk menghasilkan karya, dimana karya-karya tersebut mulai dilihat dan disukai oleh orang lain, termasuk teman-teman dan tetangganya yang kemudian sering memesan untuk dijadikan souvenir pernikahan atau koleksi barang milik pribadi.  Konsumen yang terpuaskan  melakukan promosi secara lisan dari mulut ke mulut, sehingga karyanya mulai dikenal banyak orang. Pesanan karya handmade semakin lama semakin meningkat.

Pada tahun 2002 beliau mulai merintis bisnis dengan mempekerjakan pegawai dan memberi label pada karyanya dengan nama“D’nata Craft”. D’nata diambil dari nama ayahnya, Bapak Subalidinata, yang diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti raja. Pemberian nama tersebut diharapkan karya yang dibuat dapat merajai hati para konsumen.

Produksi sulam pita, sulam benang yang dituangkan pada  kerudung, baju, kebaya,  dompetdan tas pernah booming. Dengan tenaga pengrajin lepas, dan  tenaga marketing penjualan produk tersebut dapat dipromosikan melalui media online dan dikirim ke  Lampung, Klaten, Kalimantan, dan Jakarta

Seiring berjalannya waktu  selain harus mengurusi usaha handmade-nya, drg.  Endah juga harus berperan aktif di bidang pemerintahan sebagai seorang pegawai negeri sipil. Pada pertengahan 2008 beliau pindah tugas di Puskesmas  Kasihan II Bantul.  Padatnya jam kerja dan banyaknya jumlah pasien yang harus ditangani, menyebabkan beliau menjadi tidak sempat mengurusi pesanan barang handmade yang semakin tinggi pula. Kurangnya tenaga penyulam yang handal serta sibuknya dunia perkantoran menjadi pertimbangan utama Drg.  Endah untuk mengurangi penerimaan pesanan barang produksi.

Walaupun mengalami kendala yang sedemikian rupa, beliau tetap berpikir kreatif dengan memproduksi barang-barang handmade sesuai dengan trend di masyarakat. Kurangnya tenaga penyulam, beliau mencari solusi dengan memberikan kursus gratis pada kelompok ibu-ibu di kompleks perumahannya. Walaupun pada akhirnya hanya  beberapa orang saja yang memenuhi standar untuk menjadi penyulam. Hal ini tak membuat semangat seniman yang satu ini surut dan tetap melanjutkan usahanya.

Sebagai seorang dokter gigi, beliau sering sharing passion pada seni yang ditekuni untuk menyebarkan motivasi hidup. Sambil mengerjakan tindakan gigi pada pasien yang kadang takut dengan alat kedokteran gigi, beliau mengalihkan ketakutan pasien dengan bercerita tentang hal-hal indah seperti kerajinan handmade. Bahkan salah seorang pasiennya, yaitu dosen salah satu perguruan tinggi seni, pernah menawarkan untuk menggelar pameran tunggal di bidang seni lukis, karena dinilai sangat unik, perpaduan antara profesi dokter gigi, crafter dan seniman wanita. Beberapa orang yang telah mengenal beliau pasti juga mengenal baik kesibukannya .Oleh karena itu, untuk mendapatkan sebuah originalhandmade membutuhkan waktu yang tidak singkat, sehingga beliau kerap bernegosiasi masalah deadline pemesanan dengan konsumen.

Kita harus mengetahui passion atau kecintaan kita. Usaha yang dijalankan oleh drg.  Endah berawal dari kecintaan terhadap hal-hal seni. Berawal dari passion itulah kita menghasilkan produk-produk yang diperkenalkan kepada orang lain. Dalam menghasilkan suatu produk yang akan dipasarkan, kita juga harus berfokus pada satu produk terlebih dahulu. Topik tentang seni yang sedang digeluti drg. Endah akhir-akhir  ini lebih ke arah melukis dengan cat akrilik dikombinasikan dengan sulaman  benang dan pita

Akhir cerita, drg.Endah mengatakan bahwa sebagai seorang crafter dan seniman yang telah terjun di dunia kedokteran gigi, membuat drg.Endah ingin menyeimbangkan emosi dan kedua belah otaknya.Saat mengenyam pendidikan, beliau kerap menggunakan otak kirinya untuk berpikir. Oleh karena itu, beliau berniat menyeimbangkan otaknya dengan cara menjadi seorang crafter. Setelah menjadi seorang dokterpun, pekerjaannya sebagai seorang crafter-lah yang kerap membantu menstabilkan emosinya ketika batin beliau mulai bergejolak.Kepuasan dari pasien dan konsumen, menjadi salah satu motivasi yang menguatkan beliau untuk bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.