/Kiamat Kecil Karena Kanker Lidah

Kiamat Kecil Karena Kanker Lidah

Seorang pasien datang ke dokter gigi di kawasan Bandung mengeluhkan sariawannya yang tidak kunjung reda. Bolak-balik ia jalani pemeriksaan untuk mengobati sariawan menahun ini. Dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk membuktikan dugaan kelainan rongga mulut pada pasien ini. Hasilnya, si pasien terdiagnosis menderita kanker lidah.

Kanker lidah merupakan golongan kanker yang mematikan. Tidak heran, bagi sebagian penderita, kanker lidah menyebabkan kiamat kecil dalam hidupnya. Apalagi bila pasien merupakan pribadi yang terbuka alias senang bicara. Sudah pasti penyakit ini sangat mengganggu “aktivitasnya”.

Istilah kanker lidah merujuk pada kondisi keganasan yang terkadi pada 2/3 bagian lidah depan. Biasanya kanker ini berkembang pada lapisan sel skuamosa yang melapisi permukaan lidah. Tipe sel yang terkena kanker lidah akan mempengaruhi prognosis dan perawatan pasien. Terdapat pula dua lokasi kanker lidah yang dapat mempengaruhi prognosis dan perawatan kanker:

  1. Di dalam mulut

Mulut adalah lokasi paling sering terjadinya kanker lidah. Tipe kanker lidah ini cenderung mudh didiagnosis pada saat kanker masih sederhana dan mudah diangkat melalui operasi.

  1. Di kerongkongan

Kanker lidah juga dapat berkembang di pangkal lidah atau area kerongkongan. Kangker lidah pada kerongkongan umumnya baru dapat dideteksi pada tahap lanjut ketika tumor sudah membesar dan kanker sudah menyebar ke limfonodi di leher. Peningaktan kejadian kanker lidah berhubungan dengan human papillomavirus (HPV) yang sangat mempengaruhi prognosis dan terapi kanker.

Gejala Umum Kanker Lidah

Gejala kanker lidah sangat mirip dengan gejala kanker rongga mulut lainnya. Karena mirip, seringkali gejala ini disalahartikan sebagai gejala flu yang tidak kunjung reda atau luka menetap pada mulut. Gejala lain kanker lidah adalah:

  1. Nyeri menetap pada lidah dan atau rahang
  2. Pembengkakan atau penebalan pada bagian dalam rongga mulut

Biasanya pembengkakan terjadi pada sisi lidah yang menyentuh gigi. Pembengkakan sering terlihar seperti ulkus berwarna abu-abu pink hingga kemerahan. Pembengkakan ini mudah berdarah bila tergigit atau tersentuh

  1. Bercak putih atau kemerahan pada gusi, lidah, atau dasar mulut
  2. Nyeri pada tenggorokan yang kadang dirasakan sebagai “ada sesuatu yang menyangkut pada tenggorokan dan tidak bisa keluar”
  3. Kesulitan menelan atau mengunyah
  4. Kesulitan menggerakkan rahang atau lidah
  5. Perubahan suara maupun nyeri pada telinga

Gejala-gejala ini dapat berhubuungan dengan kondisi lain selain kanker lidah.

Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Lidah

Beberapa orang terkena kanker lidah tanpa memiliki faktor resiko apapun. Kanker lidah umumnya terjadi pada pasien berusia 40 tahun ke atas dan dua kali lipat lebih sering terjadi pada pria. Faktor resiko yang melatari terjadinya kanker lidah adalah merokok dan minum alkohol, human papillomavirus (HPV), dan suku. Perokok dan peminum alkohol berresiko menderita kanker lidah lima kali lebih tinggi daripada bukan perokok. HPV 16 dan HPV 18, penyakit menular seksual, meningkatkan resiko kanker lidah. Ras Afrika – Amerika pria memiliki resiko terkena kanker lidah dari pada ras Kaukasia.

Diagnosis

Dalam penegakkan diagnosis, dokter gigi perlu menanyakan riwayat medis pasien dan menanyakan gejala spesifik kanker. Dokter juga perlu memeriksa leher dan lidah pasien termasuk juga area kerongkongan. Serangkaian uji lainnya yang dapat digunakan dokter untuk membantu diagnosis mencakup:

  1. Foto ronsen pada mulut dan kerongkongan termasuk computed tomography (CAT) scan.
  2. PET scan (positron emission tomography) yang menggunakan material radioaktif untuk mengidentifikasi aktivitas berlebih pada lidah. Pemeriksaan ini membantu mengindikasikan pertumbuhan tumor.
  3. Biopsy, yaitu mengambil contoh jaringan dari tumoer untuk mendiagnosis kanker. Kanker lidah umumnya membutuhkan biopsy.

Terapi Kanker Lidah

Beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker lidah:

  1. Operasi

Operasi bertujuan untuk mengangkat seluruh tumor pada lidah. Jenis operasi ini dapat menggunakan teknik invasi minimal. Prosedur operasi umumnya dilakukan pada tumor lidah berukuran kecil. Bila tumornya besar dan sudah menyebar ke limfonodi, perlu dilakukan pengangkatan limfonodi di leher. Umumnya, operasi pengangkata tumor lidah berukuran kecil, hanya memberi dampak perubahan kecil secara kosmetik maupun fungsi. Sedangkan, pembedahan pada tumor berukuran besar dan luas dapat mempengaruhi kemampuan bicara dan menelan.

  1. Terapi radiasi

Terapi radiasi dilakukan pada terpusat jaringan kanker, menggunkan sinar dosis tinggi. Terapi ini meminimalisir jaringan sehat yang rusak dan mempersingkat waktu perawatan. Radioterapi juga menghancurkan sel kanker dan dapat mengecilkan ukuran tumor. Umumnya proses radioterapi memakan waktu 5 – 6 minggu.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi sering dikombinasikan dengan terapi radiasi sebagai alternatif prosedur pembedahan. Kemoterapi menggunakan obat-obatan anti kanker untuk menghancurkan kanker sel sluruh tubuh. Terapi ini dapat jadi pilihan bila kanker sudah menyebar mendekati limfonodi. Obat kemoterapi yang berbeda dapat dikombinasikan untuk menyerang sel kanker pada tahapan siklus pertumbuhan yang bervariasi dan menurunkan kemungkinan resistensi obat. Kemoterapi juga dapat dilakukan pasca pembedahan untuk menurunkan resiko kanker kambuhan. Pada perawatan paliatif, kemoterapi digunakan untuk memperlambat pertumbuhan tumor dan mengendalikan gejalanya.

  1. Terapi obat tertarget

Pegobatan kanker dengan metode ini bertujuan merusak pertumbuhan sel kanker pada tingkat molekul. Pengobatan ini sering dikombinasikan menggunakan kemoterapi dan atau radioterapi sebagai bagian perawatan kanker lidah.

TERAPI PALIATIF UNTUK PASIEN KANKER LIDAH

Ada kalanya pasien datang ke klinik Anda dalam kondisi menderita kanker lidah parah. Pasien macam ini mungkin sudah tidak merespon optimal terhadap prosedur penyembuhan kanker biasa. Mereka butuh perawatan paliatif.

Perawatan paliatif mengambil pendekatan pola perawatan agar pasien lebih dapat berdamai dengan kondisinya. Perawatan paliatif membantu pasien mendapat kualitas hidup yang lebih baik walau menderita kanker lidah. Dalam perawatan paliatif, pasien dibantu untuk mengendalikan penyakit, meredakan gejala penyakit, dan mencegah stres psikologis. Pasien yang menjalani perawatan paliatif akan mendapatkan pendampingan dari keluarga, selain dari tim medis.

Fakta-Fakta Perawatan Paliatif

  1. Beberapa pasien mendapatkan perawatan paliatif bersamaan dengan perawatan kemoterapi, radiasi, dan pembedahan.
  2. Koordinator dari perawatan ini biasanya adalah dokter gigi umum yang juga menjadi anggota tim perawatan paliatif.
  3. Lokasi perawatan paliatif bervariasi mulai dari praktek pribadi dekter gigi, klinik, fasilitas kesehatan, dan rumah.
  4. Beberapa organisasi medis dan profesional mengakui perawatan paliatif bukan hanya sebagai disiplin ilmu baru namun juga spesialisasi baru.
  5. Profesional yang berfokus pada perawatan paliatif menerima pelatihan dan sertifikasi khusus.
  6. Beberapa organisasi kesehatan seperti American Academy of Hospice and Palliative Medicine, menyediakan rujukan untuk dokter yang merupakan spesialisasi perawatan paliatif.

Penulis: drg. Puti Aulia Rahma, MPH