/Musik Sebagai Sarana Kenyamanan Pasien Cerita Sang Ketua Jiwa Nusantara Koes Plus

Musik Sebagai Sarana Kenyamanan Pasien Cerita Sang Ketua Jiwa Nusantara Koes Plus

Saya pengen menciptakan suasana nyaman bukan aman. Pasien itu umumnya datang cuma waktu sakit tok, sudah sakit, waktu diperiksa disakiti, kayaknya kok tidak manusiawi, sehingga saya giring pada zona nyaman bukan zona aman ya.”

Sepenggal pernyataan dari drg. Winaryo, Sp.Perio ini terlontar ketika ditemui oleh tim Dental&Dental di kliniknya yang bernama Winna Family Dental Care tepatnya di Ruko Pondok Jati BF 22A, Sidoarjo. Musik adalah hobi yang sudah melekat pada dirinya sejak kecil, apalagi ditambah dengan lagu-lagu Koes Plus yang familiar selalu terdengar di lingkungan keluarganya.

“Orang tua saya ngefans banget sama Koes Plus, nah itu bisa jadi hobi yang diturunkan, sehingga tiap hari lagunya Koes Plus tok, jadi akhirnya kita digiring secara ga sadar, diciptakan suasana seperti itu, sampai sekarang anak-anak saya juga,” jelas dokter gigi yang merupakan sang Ketua Umum Jiwa Nusantara ini.

Jiwa Nusantara merupakan komunitas penggemar dan pelestari musik Koes Plus yang anggotanya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Drg. Winaryo terpilih menjadi ketua umum Jiwa Nusantara melalui musyawarah nasional dan secara aklamasi disetujui oleh semua daerah pada 15 Oktober 2016 yang lalu. Kecintaannya pada lagu-lagu Koes Plus juga ia buktikan dengan mendirikan sebuah band bernama Kanina yang beranggotakan dokter gigi dengan dirinya sebagai seorang drummer.

Tidak hanya itu, sebagai pemimpin komunitas serta jiwa mendalam kepada sang band legendaris, ada satu hal yang menjadi kebanggaannya serta kebanggaan pula untuk komunitas Jiwa Nusantara, yaitu ia berhasil meraih rekor Muri saat memprakarsai konser full 36 jam nonstop lagu Koes Plus di Gelora 10 November Surabaya dengan 12 band yang diambil dari Komunitas Jiwa Nusantara seluruh Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, Cimahi, Tangerang Selatan, Jogja, Solo, Surabaya, Malang, Tuban dan sebagainya. Konser ini dipersembahkan dalam rangka merayakan ulang tahun Surabaya ke 743 dan diadakan oleh Pemerintah Kota.

Rekor Muri memang sepertinya tidak asing bagi anak kelima dari enam bersaudara ini. Selain unggul dalam hal seni musik terutama lagu klasik Koes Plus, ia pun juga banyak meraih beberapa rekor muri dalam hal kesehatan gigi di antaranya adalah sikat gigi masal yang dilakukan di Jombang dengan peserta 5000 orang, cabut gigi masal, siaran 10 jam tentang penyuluhan kesehatan gigi, serta scaling dengan peserta terbanyak dan waktu terlama.

Kecintaannya pada musik pun tidak lupa ia kaitkan dengan profesinya sebagai dokter gigi. Musik sebagai media untuk membuat kenyamanan pasien sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan gigi, itulah yang menjadi prinsip bapak dengan empat orang anak ini.

“Zona nyaman itu seseorang bisa mengeluarkan secara otomatis mengeluarkan hormon endorfin, kalo orang awam itu hormon kebahagiaan, jadi orang tu gowone seneng tok, seperti morfin, kalau morfin itu buatan manusia, kalau ini ciptaan Tuhan jadi tidak ada efek samping. Kalau sudah, pasien tak giring, dikondisikan dalam suasana nyaman (dengan obrolan dan musik –red), hormon itu keluar dengan sendirinya. Satu, fungsinya hormon endorfin itu menghilangkan rasa sakit, kemudian orang bahagia terus,” jelas dokter gigi kelahiran Sidoarjo, 14 Juni 1958 ini.

Memainkan musik sesuai dengan kesukaan pasien, itulah yang selalu dilakukan oleh drg. Winaryo demi menciptakan suasana nyaman. Lagu anak-anak, lagu Mandarin, lagu Jawa, dan tidak lupa lagu Koes Plus selalu bergantian dimainkan sesuai dengan pasien yang datang. Hormon endorphin, itu pula lah yang menjadi topik dalam menuliskan sebuah buku yang berjudul Why Do You Love Yon Kuswoyo. Dibantu penulis buku, Abdul Hakim, Winaryo menyampaikan beragam kenangan dan kekaguman terhadap Koes Plus.

Berawal dari kekaguman ketika melihat Yon Kuswoyo saat konser di Jakarta, ia melihat langsung sang tokoh idolanya mampu bernyanyi sambil bermain gitar selama dua jam nonstop dengan usia yang sudah menginjak 75 tahun saat itu. Rasa penasaran dan kagum itu pun membuatnya memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Yon Koeswoyo tentang rahasia menjaga stamina. Setelah melakukan wawancara, riset dan observasi ilmiah, akhirnya ia menemukan bahwa Yon Kuswoyo bisa memproduksi dan mengontrol hormon endogeneous morphine atau endorphin yang lebih dikenal dengan hormon kebahagiaan.

Menurut Winaryo, semua orang secara alamiah memproduksi hormon itu. Namun, dari hasil pemeriksaan terhadap sistem tubuh Yon Koeswoyo, ditemukan adanya peningkatan ketika mendengarkan tepuk tangan penonton saat ia tampil. Makin kencang tepuk tangan, makin tinggi mereka melompat, ’’doppingendorphin’’ Yon pun meningkat pesat. Why Do You Love Me, merupakan lagu favoritnya sehingga judul buku pun ia gabungkan menjadi Why Do You Love Yon Kuswoyo.

Dokter gigi sekaligus owner cafe susu ini tidak berhenti belajar dan merambah banyak bidang untuk menyalurkan hobinya. Tidak hanya bermusik dan medis, namun kuliner pun ia dalami dengan mendirikan cafe susu yang sudah ada 4 cabang di Sidoarjo yang bernama Stasiun Susu dan Good Milk. Klinik gigi sekaligus cafe merupakan sensasi tersendiri bagi tim Dental&Dental saat berkunjung ke lokasi interview dengan dokter gigi yang berlogat Surabaya sangat kental ini.

“Ini resep kami sendiri, saya minumannya, istri saya makanannya,” jelasnya dengan meminta kami mencicipi hasil dari racikannya.

Tidak berbau dan rasa tidak amis, adalah kelebihan yang ditawarkan cafe ini. Tidak memerlukan resep khusus untuk membuatnya, hanya wawasan dan pengetahuan yang dimiliki drg. Winaryo sehingga dapat menciptakan sesuatu yang berbeda.

“Tahu tidak apa yang membuat susu sapi itu amis? Karena rumputnya. Justru rumput itu yang membuat susu sapi menjadi amis, saya belajar itu dari Belanda,” lanjutnya saat berbincang santai seusai wawancara selesai.

Totalitas di bidang yang kita gemari memang sangat mengasyikkan, apalagi menggabungkan banyak hobi yang berbeda menjadi satu dan saling menguntungkan. Musik Koes Plus yang sudah melekat dalam hati dan benaknya seakan menjadi identitas dirinya untuk selalu diingat terutama oleh para pasiennya. Menambah hormon endorfin dalam tubuh untuk menciptakan kenyamanan dan kebahagiaan, adalah prinsip penting yang sudah ia jalani hingga saat ini baik bagi profesi maupun kehidupannya sehari-hari.