/Pemilihan Akses Endodontik yang Rasional

Pemilihan Akses Endodontik yang Rasional

Akses endodontik adalah salah satu tahap yang penting untuk dikerjakan secara benar pada setiap perawatan endodontik. Pembuatan akses endodontik yang tidak sesuai dengan kaidah hanya akan memulai rangkaian kegagalan perawatan endodontik itu sendiri. Akses endodontik yang tidak sesuai dengan kaidah diikuti dengan munculnya kesulitan-kesulitan selama perawatan, misalnya yang paling sering terjadi adalah missed canal dan canal transportation yang diakibatkan oleh adanya hambatan pada file sehingga muncul defleksi file tambahan yang sebenarnya tidak perlu.

Akses endodontik akan dibahas secara khusus pada artikel lain dan pada artikel ini akan dibahas bagaimana seandainya terdapat semacam akses dari arah lain selain dari arah yang dikaidahkan. “akses” lain tersebut bisa dibentuk oleh adanya kavitas seperti yang akan diilustrasikan pada beberapa foto berikut ini. Pada gambar (1) tampak kavitas yang apabila ditinjau dari patofisiologinya maka kavitas tersebut diakibatkan oleh karies sekunder di bawah tumpatan lama. Tumpatan kelas V sederhana yang kebetulan memiliki “kelebihan” pada batas tumpatan dengan cavosurface, akibatnya seperti yang terlihat, terjadi progresi kavitas yang sangat dalam sehingga sampai pada kamar pulpa.

Pada pasien yang menghendaki dilakukannya perawatan endodontik maka kadang kavitas sebesar ini sangat menggoda untuk langsung dilakukan instrumentasi. Namun pada kasus ini perlu diperhatikan lagi apakah arah file endodontik dapat masuk dan bermanuver (gliding) dengan mulus tanpa hambatan atau justru mengalami hambatan yang menyebabkan adanya defleksi tambahan selain pada sepertiga apikal? Jika ada hambatan bahkan defleksi maka tidak dianjurkan meneruskan instrumentasi pada akses yang didapatkan dari adanya kavitas besar tersebut. Solusinya bagaimana?

Solusinya adalah kembali pada arah yang sesuai kaidah dan menutup kembali kavitas besar tadi sebelum dilakukan perawatan endodontik. Sebagai tambahan, kavitas kelas V pada kasus ini telah menyebabkan lesi karies yang sangat dalam sampai 3 mm dibawah margin gingiva. Sebelum dilakukan prosedur endodontik telah dilakukan prosedur crown lenghtening oleh rekan sejawat dari periodonsia, terimakasih kepada drg. Pandu Kridalaksana, MDSc., Sp Perio.

Penutupan dinding bukal dilakukan dengan terlebih dahulu membuka akses dari arah oklusal (gambar 2). Akses dari arah oklusal ini memberikan kemudahan untuk insersi gutta percha (sebelumnya diolesi dengan vaselin) yang digunakan sebagai alat untuk menutup akses intrakanal sebelum dilakukannya upaya pembentukan dinding bukal agar bahan tidak menutupi akses intrakanal (gambar 3). Untuk penutupan dinding bukal, bahan yang digunakan adalah RMGI (Resin Modified Glass Ionomer) yang dipolimerisasi dengan sinar. Dengan upaya penutupan dinding bukal maka selanjutnya dapat dilanjutkan prosedur endodontik seperti biasa.