/Penemuan Tumor Teratoma “Ada Lima Gigi di Dalamnya”

Penemuan Tumor Teratoma “Ada Lima Gigi di Dalamnya”

Ada yang unik ketika para peneliti menggali kuburan Gereja di Lisbon, Portugal. Mereka menemukan tumor ovarium dengan gigi yang tumbuh dalamnya.  Jenis tumor ini, yang disebut teratoma, biasanya mengandung berbagai macam jaringan seperti rambut, gigi dan tulang. Ukuran lebar 1,7 inci (4,3 cm), dan memiliki setidaknya lima gigi rusak. Sebagai informasi bahwa tumor tersebut dapat berukuran kurang dari setengah inci (1 cm) hingga 17 inci (45 cm).

Tumor tersebut ditemukan di sebuah kuburan di Gereja dan Biara Carmo di Lisbon, dimana ada 42 kuburan yang digali. Dalam penggalian pemakaman yang diperkirakan digunakan antara awal abad ke-15 ini, peneliti menemukan sebuah massa yang berada di dekat daerah panggul seorang wanita berusia di atas 45 tahun saat ia meninggal. Tumor Teratoma dapat terjadi di usia berapapun, namun usia deteksi yang paling umum adalah pada saat usia subur dengan usia rata-rata 30 tahun. Tumor ini dapat menyebabkan ovarium terbelit dan membatasi pasokan darah. Semakin besar ukuran tumor, semakin besar risiko tumor tersebut meledak dan menumpahkan isinya yang dapat menyebabkan masalah pada adhesi ovarium dan rasa nyeri. Menurut MedicineNet, meskipun sebagian besar tumor ini jinak (98 %), sekitar 2 persen menjadi kanker.

Setelah membersihkan dengan hati-hati, mereka menemukan bahwa permukaan luar dan dalam dari tumor tersebut tidak beraturan, yang mengindikasikan pembentukan tulang yang tidak teratur. Empat dari lima gigi yang ditemukan di dalam tumor tersebut tampak mirip dengan gigi geraham manusia, dan gigi kelima menyerupai gigi taring.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Profesor Sofia Wasterlain dari Universitas Coimbra di Portugal, juga mempertimbangkan penjelasan lain untuk benda tersebut.

Gigi cacat pulih dari permukaan dalam massa kalsifikasi yang ditemukan terkait dengan kerangka. Gigi di sebelah kiri digolongkan sebagai gigi taring, dan yang sebelah kanan adalah molar.

Para peneliti pun juga sempat menduga bahwa tumor tersebut bisa jadi adalah janin mati yang ada di dalam ruang perut ibu atau kehamilan ektopik, yaitu ketika telur dibuahi berkembang di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Namun setelah meneliti lebih lanjut, mereka mencapai kesimpulan bahwa massa tersebut merupakan tumor teratoma.

Sementara para periset tidak yakin apakah tumor itu jinak atau ganas, kerangka tersebut tidak menunjukkan adanya perubahan tulang yang berkaitan dengan keberadaan teratoma. Mereka menulis dalam penelitian mereka bahwa tidak mungkin mengetahui apakah teratoma tersebut berpengaruh pada kehidupan wanita tersebut, namun karena jenazahnya telah ditutup dengan kapur pada saat kematiannya, kemungkinan penyakit menular yang menjadi penyebab kematian.

Para periset mengatakan bahwa penting untuk mempelajari tumor dari zaman purba karena semakin pentingnya kanker saat ini, dan beberapa jenis tumor yang dianggap karakteristik masyarakat modern juga ditemukan pada populasi masa lalu.

Sumber  : http://www.dailymail.co.uk