/Rail Klinik Generasi ke 3 PT KAI kembali Akan di Luncurkan

Rail Klinik Generasi ke 3 PT KAI kembali Akan di Luncurkan

Kegiatan di Bengkel Kereta milik PT KAI di Balai Yasa, Yogyakarta terlihart biasa saja, aktivitas pekerja yang memeperbaiki kereta dan membangun kereta menjadi rutinitas yang setiap hari dilakukan disana. Dari sekian banyak kegiatan yang ada di Balai Yasa, ada pemandangan yang menarik ketika sebuah kereta yang memang di desain khusus dan diproduksi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Komitmen PT KAI untuk memberikan pelayanan dengan meluncurkan rail klinik yang ke 3 yang nantinya akan di tempatkan di kawasan Indonesia barat yaitu Pulau Sumatera Utara.

Rail Clinic merupakan kereta yang diperuntukan seperti klinik biasa namun dijalankan dengan Kereta Rel Diesel (KRD). Dengan dua gerbong yang dilengkapi dengan lampu, sirene dan tanda palang merah seperti yang ada di ambulans. Namun, kereta ini sangat berbeda isinya dengan kereta regular.

Dalam kereta regular biasanya terdapat bangku-bangku untuk penumpang, sedangkan dalam Rail Clinic ini Anda akan menemukan perlengkapan medis sesuai dengan fungsi ruangannya. Dikutip dari kompas.com, rancangan ruangan ini adalah hasil ide dari Clarissa Sukmoro anak dari Edi Sukmoro. Pada kedua gerbong ini, PT KAI membagi setiap gerbongnya sesuai kebutuhan medis. Di  gerbong pertama, seluruh tindakan medis dari pelayanan darurat yang meliputi bantuan hidup dasar atau CPR, alat monitoring pasien, alat kejut jantung, tindakan minor, rekam jantung hingga penangan khusus dapat dilakukan. Bisa dikatakan gerbong pertama ini diperuntukkan untuk Unit Gawat Darurat (UGD).

Perakitan rail klinik ke tiga ini belum menjadi puncak berakhirnya pembuatan kereta yang khusus untuk membantu masyarakat dalam kesehatan, namun akan ada program lanjutan yang terus dibuat untuk memenuhi terciptanya kesehatan masyarakat yang lebih merata. Akan ada rail klinik ke 4 yang berikutnya dibuat dan diperuntukan untuk wilayah Indonesia lainnya.

Sebenarnya, PT KAI membuat Rail Clinic ini untuk membantu masyarakat kurang mampu yang kesulitan mengakses pelayanan kesehatan. Selain itu dengan adanya Rail Clinic ini, nantinya bisa membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tidak bisa terjangkau kendaraan bermotor atau wilayah bencana alam.

Saat di temui majalah Dental & Dental, Manajer Kesehatan PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta Wellyansyah mengatakan “Semua peralatan kesehatan yang dibutuhkan sudah ada, tinggal dipasang saja. Keretanya sudah menjalani uji statis dan dinamis, serta sudah memperoleh sertifikasi,” kata, Kamis (16/2).

Ia menjelaskan yang menjadi unggulan pada rail clinic ini adalah layanan kesehatan gigi dan mata. Seperti pada rail clinic pertama dan kedua, pembuatan rail clinic ketiga juga dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta. “Rail clinic pertama diluncurkan pada 2015 dan melayani masyarakat di Jawa, sedangkan rail clinic kedua digunakan untuk melayani masyarakat di Sumatra Selatan,” ujarnya.

Rail clinic ketiga juga memanfaatkan dua gerbong kereta rel diesel yang dimodifikasi sehingga gerbongnya bisa dimanfaatkan sebagai ruangan pelayanan kesehatan. Ruangan dibuat dengan sistem mudah dibongkar pasang sehingga saat memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dapat disesuaikan.

Dental unit pada Rail Clinic generasi ketiga ini pun sudah dilengkapi TV monitor sehingga memudahkan pemeriksaan gigi. Selain itu, genset kereta pada Rail Clinic generasi ketiga ini pun tidak sebising pada generasi sebelumnya, sehingga tidak mengganggu pelayanan.

“Kami siapkan poliklinik gigi dengan peralatan yang cukup lengkap, dan perlengkapan untuk poli gigi PT KAI bekerja sama dengan Cobra Dental sebagai supliernya” kata dia. Ada yang sedikit mencolok dan mempunyai ciri khas tersendiri karena rail clinic ketiga itu didominasi warna ungu sebagai ‘tribute to dentist’. Layanan di poliklinik gigi rail clinic merupakan one stop service karena bisa terkoneksi dengan layanan lainnya.

Banyak harapan yang akan muncul dengan adanya rail clinic salah satunya adalah masyarakat miskin yang tinggal di sekitar rel kereta namun jauh dari jangkauan rumah sakit, atau klinik. Dengan adanya rail clinic semoga bisa membantu program pemerintah terkait kesehatan masyarakat”ujarnya.

Rail Clinic ini sangat membantu masyarakat dan para pegawai bila ada yang sakit dan jauh dari puskesmas maupun klinik. Semoga saja terobosan terbaru Rail Clinic ini dapat berjalan terus dan masyarakat juga tahu kegunaan Rail Clinic bahwa bisa dipakai untuk umum.